Ya, dalam sebuah simposium yang berlangsung di San Fransisco, beberapa waktu lalu, Kirt McMaster, CEO Cyanogen mengganggap Google terlalu sibuk mengatur handset yang mengusung platform Android dibandingkan menciptakan sistem operasi yang layak untuk handset tersebut. Itulah yang mendasari Cyanogen untuk segera mengembangkan Android tanpa melibatkan pihak Google.
"Saya CEO Cyanogen. Kami mencoba untuk mengambil Android dari Google dan kami sedang membuat versi Android yang lebih terbuka sehingga kita dapat mengintegrasikan dengan lebih banyak mitra dan perusahaan startup tidak terjebak pada pembuatan aplikasi kecil yang bodoh yang mau tidak mau akan diakuisisi oleh Google atau Apple. Perusahan-perusahan ini dapat berkembang pada Android non-Google," tandasnya seperti dilansir Android Authority, Sabtu (24/1/2015).
McMaster mencontohkan, Google Now sebagai layanan yang dihubungkan ke inti dari sistem Android, di mana aplikasi pihak ketiga tidak bisa melakukan hal tersebut. Meskipun langkah Cyanogen ini bakal mengalami pertentangan serius dari Google, launcher Aviate yang dimiliki Yahoo kabarnya berminat untuk mendapatkan akses ke 'jeroan' Android dengan melakukan kerja sama dengan Cyanogen.
Saat ini, Cyanogen memang masih membutuhkan Google untuk menjual pelayanannya, seperti Google Play Store, Gmail, dan Maps. Jadi bisa dibilang Google masih melakukan kontrol atas seluruh platform dan membuat perusahaan lain kesulitan untuk bersaing dengannya.
Namun di satu sisi, Amazon mampu telah menciptakan alternatif untuk aplikasi Google, begitupun dengan Nokia yang sempat meluncurkan smartphone Android pertamanya yang bertitel Nokia X dengan memangkas beberapa fitur utama milik Google.
"Perusahaan kami akan menjadi 'kuda putih' yang membuat platform Android akan terbuka secara keseluruhan. Google telah menjalankan aturan seperti itu dan tidak ada yang menyukainya," tandas McMaster.
via : jeruknipis
ConversionConversion EmoticonEmoticon